Pemilu 2009 yang dalam akan dilaksanakan pada bulan April 2009 (kalau tidak molor) kemudian dilanjutkan dengan pemilihan Presiden 2009 – 2014. Sekitar 40-an partai ditambah dengan partai local Aceh beramai – ramai mulai dari sekarang menarik simpati masa dengan berbagai cara yang menurut mereka bisa untuk menarik simpati massa.
Pada hakekatnya fungsi partai adalah bagaimana partai tersebut bisa menjadi juru bicara massa. Akan tetapi realita yang sekarang terjadi, banyak partai yang lupa atau bahkan pura – pura lupa akan hakekat tersebut( mungkin tidak semua partai ). Mereka memanfaatkan massa/rakyat hanya untuk mendulang suara pada pemilu akan tetapi setelah itu mereka lupa akan hakekat fungsinya. Jikalau sudah terjadi keadaan yang seperti ini, maka akan menimbulkan hal yang sangat berbahaya. Dikarenakan rasa kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan memudar, banyak dari rakyat yang memiliih GOLPUT, dan terkesan apatis terhadap partai politik.
Pada pemilu 2004 sudah terbukti, bahwasannya tingkat ketidakikutsertaan rakyat dalam Pemilu mencapai sekitar 23 %, padahal perolehan suara partai Golkar(sebagai pemenang Pemilu 2004) hanya sekitar 21% !. Sebetulnya ini merupakan suatu tahap yang sudah mengkahawatirkan, karena suatu bisa Negara dikatakan gagal karena :
1. Pemanasan Global
2. Kerusakan Lingkungan
3. Tetangga yang bermusuhan
4. Lumpuhnya lembaga, partai politik
5. Tidak terjaminnya Hak – Hak Azasi Manusia
Sebetulnya kita juga tidak bisa menyalahkan mereka yang memilih untuk GOLPUT, karena bagaimanapun juga mereka (golput) juga memilih untuk tidak memilih dalam suatu pemilihan dan mereka juga memiliki alasan tersendiri, jadi disini telah terjadi suatu hubungan kausalitas, dan itu wajib dipahami dan dihormati, jangan serta – merta menghujat. Sebetulnya dari sekian banyak persoalan terhadap GOLPUT menurut penulis akar permasalahannya adalah suatu tingkat kepercayaan, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap partai politik yang mulai memudar, memudar karena pada kenyataanya parpol hanya bisa memberikan janji – janji yang memuakkan !, tanpa sebuah komitmen yang jelas..
Kemudian bagaimana dengan Pemilihan Presiden ?, ternyata Pilpres 2004 yang kita jadikan acuanpun hasilnya tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2004, tingkat GOLPUT masih begitu tinggi !. Kemudian bagaimana kita menatap pilpres 2009 ? yang pasti setelah disahkannya RUU Pilpres ( bahwa calon diajukan oleh parpol, atau koalisi parpol dengan batasan minimal suara 20 % ) sangat memberatkan untuk calon alternative, calon dari independent untuk menuju tangga presiden (sampai sekarang masih mengajukan uji materi dan kita harus tetap optimis ). Ada indikasi bahwa muka – muka lama yang akan kembali menghiasi pertarungan pilpres 2009. Sehingga muncul jargon 4L : Lu Lagi Lu Lagi
Siapapun nanti presidennya sebagai perwakilan salah satu rakyat Indonesia, kami mengajukan beberapa tuntutan ( seharusnya menjadi kontrak politik ) yang harus dilaksanakan presiden periode tahun 2009 – 2014 :
1. Supremasi Hukum
2. Wujudkan masyarakat yang demokratis di segala bidang : ekonomi, social, budaya, politik.
3. Nasionalisasi korporasi asing yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam kita : Freeport, Exxon, dll
4. Terjaminnya Hak – Hak Asasi Manusia
5. Pemerataan pendapatan Negara
Besar harapan kami kepada siapun yang akan jadi presiden nantinya untuk melaksanakan beberapa tuntutan kami ini. Jika nantinya memang tidak terlalksanakan, memang harus dilakukan suatu gerakan revolusioner untuk merebut kembali Hak dan Kedaulatan kita. Menarik untuk mengutip apa yang dikatakan oleh founding fathers Negara kita Muh. Hatta : “ yang kita ingin kita ciptakan bukan hanya Negara yang berdaulat tetapi juga rakyat yang berdaulat”.
Pada hakekatnya fungsi partai adalah bagaimana partai tersebut bisa menjadi juru bicara massa. Akan tetapi realita yang sekarang terjadi, banyak partai yang lupa atau bahkan pura – pura lupa akan hakekat tersebut( mungkin tidak semua partai ). Mereka memanfaatkan massa/rakyat hanya untuk mendulang suara pada pemilu akan tetapi setelah itu mereka lupa akan hakekat fungsinya. Jikalau sudah terjadi keadaan yang seperti ini, maka akan menimbulkan hal yang sangat berbahaya. Dikarenakan rasa kepercayaan masyarakat terhadap partai politik akan memudar, banyak dari rakyat yang memiliih GOLPUT, dan terkesan apatis terhadap partai politik.
Pada pemilu 2004 sudah terbukti, bahwasannya tingkat ketidakikutsertaan rakyat dalam Pemilu mencapai sekitar 23 %, padahal perolehan suara partai Golkar(sebagai pemenang Pemilu 2004) hanya sekitar 21% !. Sebetulnya ini merupakan suatu tahap yang sudah mengkahawatirkan, karena suatu bisa Negara dikatakan gagal karena :
1. Pemanasan Global
2. Kerusakan Lingkungan
3. Tetangga yang bermusuhan
4. Lumpuhnya lembaga, partai politik
5. Tidak terjaminnya Hak – Hak Azasi Manusia
Sebetulnya kita juga tidak bisa menyalahkan mereka yang memilih untuk GOLPUT, karena bagaimanapun juga mereka (golput) juga memilih untuk tidak memilih dalam suatu pemilihan dan mereka juga memiliki alasan tersendiri, jadi disini telah terjadi suatu hubungan kausalitas, dan itu wajib dipahami dan dihormati, jangan serta – merta menghujat. Sebetulnya dari sekian banyak persoalan terhadap GOLPUT menurut penulis akar permasalahannya adalah suatu tingkat kepercayaan, yaitu kepercayaan masyarakat terhadap partai politik yang mulai memudar, memudar karena pada kenyataanya parpol hanya bisa memberikan janji – janji yang memuakkan !, tanpa sebuah komitmen yang jelas..
Kemudian bagaimana dengan Pemilihan Presiden ?, ternyata Pilpres 2004 yang kita jadikan acuanpun hasilnya tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2004, tingkat GOLPUT masih begitu tinggi !. Kemudian bagaimana kita menatap pilpres 2009 ? yang pasti setelah disahkannya RUU Pilpres ( bahwa calon diajukan oleh parpol, atau koalisi parpol dengan batasan minimal suara 20 % ) sangat memberatkan untuk calon alternative, calon dari independent untuk menuju tangga presiden (sampai sekarang masih mengajukan uji materi dan kita harus tetap optimis ). Ada indikasi bahwa muka – muka lama yang akan kembali menghiasi pertarungan pilpres 2009. Sehingga muncul jargon 4L : Lu Lagi Lu Lagi
Siapapun nanti presidennya sebagai perwakilan salah satu rakyat Indonesia, kami mengajukan beberapa tuntutan ( seharusnya menjadi kontrak politik ) yang harus dilaksanakan presiden periode tahun 2009 – 2014 :
1. Supremasi Hukum
2. Wujudkan masyarakat yang demokratis di segala bidang : ekonomi, social, budaya, politik.
3. Nasionalisasi korporasi asing yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam kita : Freeport, Exxon, dll
4. Terjaminnya Hak – Hak Asasi Manusia
5. Pemerataan pendapatan Negara
Besar harapan kami kepada siapun yang akan jadi presiden nantinya untuk melaksanakan beberapa tuntutan kami ini. Jika nantinya memang tidak terlalksanakan, memang harus dilakukan suatu gerakan revolusioner untuk merebut kembali Hak dan Kedaulatan kita. Menarik untuk mengutip apa yang dikatakan oleh founding fathers Negara kita Muh. Hatta : “ yang kita ingin kita ciptakan bukan hanya Negara yang berdaulat tetapi juga rakyat yang berdaulat”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar